MASALAH NDUGA SEMAKIN BERAT DAN RUMIT.

Releksi Pastor John Djonga, Pr

===============================================

Aduh semakin berat dan rumit masalah Nduga papua. Tdk ada pemerintah yg tergugah mulai daerah sampai di pusat peduli dgn anak2 Nduga dan mama pengungsih di Wamena. Kenyam, Timika dan Asmat.

Sayang ya orang Nduga di terlantarkan, padahal Kkb yg menyerang itu mingkin bukan org Nduga. Banyak org di antara kita tdk tahu dan tdk memahami Nduga dan masyarakat gunung lainnya yg mengalami tragedi kemanusian berulang-ulang dari zaman NKRI masuk Papua.

Karena itu saya mendukung pernyataan Bapak Kapolri Jendral Tito “hati2 menangani kasus Nduga jangan sampai kita terjebak mereka, maka papua akan lepas dari NKRI”.

Bagi mereka yg melihat konsep negara sdh fimal, berbicara bodoh2 , sikat separatis sampai ke akar2nya, soal HAM belakangan. Tanda pejabat yg tdk tau dan tdk memahami sejarah papua.

Org papua sendiri dikampung kampung yg tdk sekolah tau sejarah bangsanya. Mereka telah mengalami operasi ke operasi sepanjang hidupnya sejak awal.

Maka kepada semua org mohon doa dan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Nduga yg sdg sakit, lapar dan menderita bahkan meninggal di hutan2 dalam kesunyian yg memiluhkan hati.

Teman2 dari lembaga kemanusian, mari kita bantu mama2 dan anak2 nduga yg kehilangan segala-galanya dan menyuburkan dendam amarah serta trauma yg semakin dalam kpd siapa saja.

Semua dimensi kemanusiaan mereka telah rusak dan hancur berkeping-keping. Entahlah bagaimana mau bangun kembali cinta mereka pada NKRI karena merah putih menjadi merah darah danputih tulang di hutan-hutan.

Tahun 1995/6 saya mewawancarai tokoh kunci org papua yg punya gunung emas di Tembagapura bpk Thom Beanal mengungkapkan “selama kami masih bergabung dgn bangsa yg selalu operasi membunuh kami org papua sejak tahun 1960an,thn 1970an, thun 1980an, tahun 1990an operasi pembebasan sandra mapunduma, dan seterusnya. Maka org/bangsa papua tidak punya masa depan,” tegas Thom di rumah Kwamki lama setelah membaca deklarasi LEMASA.

Jadi sangat berat utk pemerintah RI merebut hati org Papua. Sebab orgtua yg saat ini lari dg menggendong anak2nya dulu ketika masih kecil mereka telah mengalaminya 40-50 tahun lalu. Dan kini pengalamam pahit itu terulang kembali.

Ya Papua amolongon, amakane, dormom,nimo, koya ,nayaklak lauknyak, yemum dll.

Refleksi singkat

John Djonga pr

Hepuba hari injil masuk mansinam 5 pebruari 2019

Iklan

Diterbitkan oleh

ndugamawene2608gmailcom

Free West Papua

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s